Adventist Online

Information

SDA OF INDONESIA

Let's Unity In Jesus Christ Especially for All The Indonesian People in the world.

Website: http://www.friendster.com/sautboys
Location: BATAM-INDONESIA
Members: 26
Latest Activity: Jan 25

Kisah seorang penjual tempe

Ada seorang hamba Tuhan asal Surabaya, yang menceritakan kesaksian seorang ibu penjual tempe. Peristiwanya terjadi di sebuah desa di Jawa Tengah.Adalah seorang ibu setengah baya yang sehari-harinya berjualan tempe buatan sendiri di desanya. suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele masih belum jadi tempe alias masih setengah jadi.
Ibu ini sangat sedih hatinya, sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti ia tidak akan mendapatkan uang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak laku dijual.
Padahal mata pencaharian si ibu hanyalah dari menjual tempe saja agar ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah di gerejanya teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu ia pun menumpangkan tangannya di atas tumpukan beberapa batangan kedele yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut. “Bapak di Surga, aku mohon kepadaMu agar kedele ini menjadi tempe. “Dalam nama Yesus, Amin”.
Demikian doa singkat si Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hati. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya. Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan bungkusan bakal tempe tersebut dengan ujung jarinya. Dengan hati yang deg-deg-an ia mulai membuka sedikit bungkusannya untuk melihat mukjijat kedele jadi tempe terjadi. Namun apa yang terjadi? Dengan kaget dia mendapati bahwa kedele tersebut masih tetap kedele! Si Ibu tidak kecewa. Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali ia menumpangkan tangan di atas batangan kedele tersebut. “Bapa di surga, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku. Aku mohon dalam nama Yesus jadilah ini menjadi tempe. Dalam nama Yesus, Amin.” Dengan iman iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut ???……………..masih tetap begitu !
Sementara hari semakin siang dimana pasar tentunya akan semakin ramai.
Si ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu. Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi di tengah perjalanan ia pergi ke pasar. Lalu iapun bersiap-siap untuk berangkat ke pasar. Semua keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya. Sebelum beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk menumpangkan tangan sekali lagi.
“Bapa di surga, aku percaya Engkau akan mengabulkan doaku.Sementara aku berjalan menuju pasar, Engkau akan mengadakan mukjijat buatku. Dalam nama Yesus, Amin.” Lalu ia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan ia tidak lupa menyanyikan beberapa lagu puji-pujian. Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk menggelar barang dagangannya. Ia yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya bungkusan tiap bungkusan yang ada. Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Ternyata saudara-saudara……………..tempenya benar benar…………………belum jadi !
Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewa pada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Ia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja. Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu bahwa mana ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi.
Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi dengan pembeli. Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang tempenya sudah hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa. Si ibu tertunduk lesuh.
Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uang sepeserpun.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita. “Bu?..! Maaf ya, saya mau tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi? Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar mencarinya.” Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget. Sebelum ia menjawab sapaan wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa “Tuhan?.saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah daganganku ini tetap seperti semula. Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, Amin.” Tapi kemudian, ia tidak berani menjawab wanita itu. Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab ya kepada wanita itu. “Bagaimana nih?” ia pikir. “Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mukjijat Tuhan?” Ia kembali berdoa dalam hatinya, “Ya Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan, tolonglah aku kali ini. Tuhan dengarkanlah doaku ini..” ujarnya berkali-kali. Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu ? apa yang dilihatnya Saudara-Saudara ???
Ternyata ?? ternyata? memang benar tempenya belum jadi ! Ia bersorak senang dalam hatinya. Puji Tuhan..Puji Tuhan, katanya. Singkat cerita wanitatersebut memborong semua dagangan si Ibu itu. Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita. Dan wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu. Berhubung tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya agar setibanya di sana tempenya sudah jadi. Kalau tempe yang sudah jadi yang dikirim maka setibanya di sana nanti tempe tersebut sudah tidak bagus lagi dan rasanya sudah tidak enak.
Apa yang bisa kita simpulkan dari kesaksian sederhana?
Pertama : Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan.
Kedua : Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali di luar perkiraan kita sebelumnya.
Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan
Keempat : Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancanganNya.
Bagikanlah kesaksian ini kepada sahabat 2x dan teman 2x… kalau kamu merasa diberkati dengan kesaksian ini. GOD Always Loves You All !

Discussion Forum

Sammy Lee

GOD MARVELOUS MIGHT AND MERCY TO MR MUSCLE MAN FROM AUSTRALIA 1 Reply

Started by Sammy Lee. Last reply by Sammy Lee Oct 28, 2011.

Halomoan Nainggolan

" KESAKSIAN DARI GEREJA MASING-MASING "

Started by Halomoan Nainggolan Sep 17, 2008.

Indonesian Geography

Loading… Loading feed

Comment Wall

Comment

You need to be a member of SDA OF INDONESIA to add comments!

Alexander P. Comment by Alexander P. on April 19, 2011 at 9:50am
SCHOLARSHIPS, STUDY TOURS AND SUMMER CAMPS IN INDIA-AVAILABLE FOR ADVENTIST STUDENTS FROM AROUND THE WORLD

American University of India (AUI) is an eco friendly, world class ?B? School in Kodaikanal, India OWNED BY AN ADVENTIST offering full time residential Management programs (MBA / BBA).

The campus is located in Kodaikanal a hill station whose name conjures images of dense slopes, scenic hinterland, cascading waterfalls, luscious green plains and valleys, wooded hills, and pleasant climate. KODAIKANAL IS POPULARLY KNOWN AS THE SWITZERLAND OF THE EAST.

There are many Adventist students who have expressed their desire to study in the American University of India but are not able to pay even the discounted fees.

 You are encouraged to refer Adventist students to get educated with a scholarship. Also students are invited to apply for a STUDY TOUR, INTERNSHIP OR SUMMER CAMP at subsidized cost.

  You are invited to visit our website www.auiedu.com[1]  and apply ONLINE. Please fill in the application form available in the Admissions section in the website.

You are most welcome to visit our campus at Kodaikanal, India and partake in our activities including Trekking, Hiking, Camping, Fishing, Boating, Rock climbing, Cycling, Bison sighting etc.. Come and enjoy the spiritual experience of your lifetime.

Email info@auiedu.com


Sammy Lee Comment by Sammy Lee on September 4, 2009 at 1:20pm
Happy Sabbath to all. Today I have been asked to teach the Sabbath School Lesson in one of our churches in Sydney. Here is some summary of what I am going to present in a nutshell:
Confidence 信任 xinren in Mandarin is written like: man/person + word and man/person + king. It is a simpliefied picture of a man leaning on "words" and a man leaning on a "king" . [Person leaning on a word 信
Person leaning on a king 任 ]
In other words CONFIDENCE (xinren) means a strong believe or trust in the words of a person, and especially a king, because the ancient kings must not break his promise. This is true with the Persian kings, Roman kings and Chinese kings.
How can we have confidence In Jesus? [By leaning or trusting His word, the word of the only King who can never tell a lie.]
John 5:39 (King James Version)
Search the scriptures; for in them ye think ye have eternal life: and they are they which testify of me.
Just like a child who learn to trust his parents by watching and living with them day by day. So we must learn about Jesus by reading or searching His Words, in the Bible.
Jesus is our Advocate and Judge and King.
The tragedy in the garden of Eden: Eve had confidence in the word of a snake, rather than in the word of her Creator and King.
Little children, keep yourselves from idols. Amen.
1 John 5:21
What is an idol? something you depend upon instead of God. Modern day idols:
1. Possession [Mammon ; Money ; Treasures ; Knowledge]
2. Personal power – self
3. Position
And confidence in the day-to-day battles against sin and suffering is of prime importance. You will not be able to stand the last trials and temptations unless you have developed full confidence in trusting God's words without any shadow of a doubt, just like Jesus. He anchored every action that He took on "It Is Written". Would you like an attitude change? God offers it to those who believe in Jesus.
God bless you have a wonderful and blessed Sabbath!

Sammy Lee
thehanifs@gmail.com
CP: 61415682170
Halomoan Nainggolan Comment by Halomoan Nainggolan on September 12, 2008 at 2:44am
AKU AKAN MEMBUAT ENGKAU MENJADI BANGSA YANG BESAR, DAN MEMBERKATI ENGKAU SERTA MEMBUAT NAMAMU MASYHUR, DAN ENGKAU MENJADI BERKAT.
 

Members (26)

Sammy Lee Halomoan Nainggolan Kezia .A. Johanes Handriadi Norah Hanginiaina Isabella Rindana Sabathinie Engelin Driessen sukinsi sukawruh Alexander P. Ingrid Siahaan Jeffrey Kiroyan Steffy Nunu Nugrahini ellen gultom ati Ursula Harold Dan Purwa Hartono Dukarlos cristina Tambunan, Eddy Sianturi Hendro john elroy nainggolan Henny Verawati Beatrice Ima Elina Anthony Pangemanan
 
 
 

Site Sponsors

Your Sponsorship / Ad Here!

Contact us.

© 2012   Created by Clark P.

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service